28 Agustus 2015, Kelas Berbagi #43: Instagram sebagai Gerakan Sosial

Categories: Liputan

SONY DSCKyutri (Q3) telah menggelar kembali Kelas Berbagi 3 jam di Rumah Kemuning, Pasar Minggu Jakarta Selatan yang dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2015. kelas berbagi Q3 ke #43 ini mengangkat tema “Instagram Sebagai Gerakan Sosial”. Kelas Berbagi ini difasilitasi oleh Rico Huang yang berprofesi sebagai penulis, social market, business owner.

Rico membuka Kelas Berbagi dengan menjelaskan tentang pengetahuan mengenai sosmed. Terfokus pada Instagram, dalam media instagram terdapat empat jenis akun antara lain akun pribadi, selebgram (untuk promot akun), publik (untuk sarana kampanye yang bersifat umum, lucu, kritik, kegiatan sosial), Online shop (sebagai media jualan online).

Dalam kehidupan sehari-hari kita hanya menggunakan instagram sebagai sarana untuk eksis di dunia maya dengan mengunggah foto-foto narsis kita ke akun instagram kita. Tak lepas dari itu instagram sebenarnya mempunyai banyak kegunaan positif dalam kehidupan sehari-hari, “ujar Rico Huang”. Misalnya kita bisa membuat akun untuk publik yang isinya mengenai kritikan-kritikan yang bersifat membangun seseorang atau lembaga atau apapun. Selain itu kita juga bisa melakukan tindakan sosial di akun instagram kita, misalnya kita mencari donatur untuk program penghijauan hutan, dan masih banyak yang lainnya.

Rico Huang menyatakan bahwa instagram saat ini sedang booming, terutama di kalangan remaja. Hal ini yang seharusnya dimanfaatkan karena dalam mengunggah campaign berbentuk foto dalam instagram pasti banyak respon disitu. Hal ini didasarkan pada prosentase jumlah penduduk dunia yang menggunakan akun instagram sendiri. Namun terlepas dari itu menurut pernyataan Rico followers dari akun kita juga harus banyak jika ingin mendapat banyak respon.

Dalam kelas berbagi kali ini Rico membagikan tips untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam artian mendapat banyak respon positif dari banyak orang. Berikut tips yang diberikan Rico Huang:

  1. Memperbanyak followers dengan cara mempublikasikan akun kita di sosmed kita selain instagram
  2. Mengubah judul akun kita dengan sesuatu hal yang lagi tren di masa ini misal “diskon 90%”.
  3. Mengunci akun kita agar tidak semua orang bisa melihat akun kita, supaya orang menjadi penasaran dengan akun kita.
  4. Menggunakan gambar campaign menggunakan gambar yang menarik, rata-rata gambar cewek cantik, cowok ganteng korea, atau anak kecil. Karena pada saat ini itulah yang sedang booming di dunia remaja.

Pada kelas kali ini Rico secara tidak langsung mengajak kita untuk menggunakan insgram secara maksimal dalam artian bijak. Rico menggunakan cara dengan menampilkan gambar-gambar di instagram dengan bahasa persuasif. Para peserta tampak ambisius dengan gambar-gambar yang ditampilkan.

Peserta yang hadir dalam Kelas Berbagi kali ini adalah:

  1. Silvia Ristiyanti (Penabulu)
  2. Rico Huang (Penulis Muda Indonesia)
  3. Dzikry Noor (Penabulu)
  4. Dwi Premadha (Learn)
  5. Khairi Syah Fitria (Penabulu)
  6. Jefry Adhipradana (Penabulu/Q3)
  7. Fredericus Nanung Eko Cahyono (Penabulu)

Sebagai penutup, Rico Huang memberikan quote yang berbunyi:

NO MORE GALAU

Baca juga:

 

Tinggalkan Balasan