28 November 2014, Kelas Berbagi #35: Monitoring dan Evaluasi

Categories: Liputan

DSCN6409a

28 November 2014, Kelas Berbagi #35, Bagaimana Monitoring dan Evaluasi dalam sebuah kegiatan?

Jakarta, 28 November 2014 bertempat di Rumah Kemuning, Pasar Minggu, Kelas Berbagi Q3 kembali hadir dengan tema “Bagaimana Monitoring dan Evaluasi Dalam Sebuah Kegiatan?”. Kelas Berbagi yang difasilitasi oleh Erwien Temasmico Djayoesman dari Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ).

Erwien membuka Kelas Berbagi ini dengan bertanya kepada para peserta tentang apa perbedaan dari monitoring dan evaluasi. Setelah itu beberapa peserta memberikan pendapatnya tentang perbedaan antara monitoring dan evaluasi. Erwien memberikan penjelasan tentang perbedaan monitoring dan evaluasi dalam sebuah kegiatan agar para peserta memahami perbedaan antara monitoring dan evaluasi.

Erwien juga menjelaskan tentang mengapa monitoring dan evaluasi dalam sebuah kegiatan itu perlu, kapan seharusnya monitoring dan evaluasi itu dilaksanakan, Tujuan monitoring dan evaluasi, metodologi dan instrumen monitoring dan evaluasi.

Peserta yang hadir dalam Kelas Berbagi kali ini adalah:

1. Tino Yosephin, Lingkar LSM

2. Khairi Syah Fitri, Divisi Learn

3. Sardi Winata,  Unit Interface

4. Suhud Ridwan, Penabulu

5. Bambang Eko, Penabulu

6. Dinnie Indirawati, Jembatan Tiga

7. Iis, Interface

8. Dwi Premadha, Synthesis

9. Maya Fathia, Interface

10. Kurniawan Adhi Nugroho, Penabulu

11. Agus Widodo, Penabulu

12. Farhan, Penabulu

13. Jefry Adhipradana, Penabulu

14. Headhi Berlina, Penabulu

Erwien menjelaskan mengapa monitoring dan evaluasi perlu dilakukan? Jawabannya adalah untuk membandingkan hasil dengan biaya yang dikeluarkan, untuk pembuat keputusan dan sebagai bahan informasi pemasaran organisasi.

Sebagai penutup Erwien memberikan quote yang berbunyi:

“Orang Monitoring dan Evaluasi itu bukan polisi program“.

Baca Juga:

 

Tinggalkan Balasan