Apa Itu Trust Fund?

Categories: Materi

Apa Itu Trust Fund?

Trust Fund atau Dana Amanah adalah sejumlah aset finansial yang dapat berupa properti, uang, sekuritas (Trust) yang oleh orang atau lembaga (Trustor/Donor/Grantor) dititipkan atau diserahkan untuk di kelola dengan baik oleh sebuah lembaga (Trustee) dan disalurkan atau dimanfaatkan untuk kepentingan penerima manfaat (Beneficiaries) sesuai dengan maksud dan tujuan yang dimandatkan.

Trust Fund tidak dimiliki oleh siapapun.

Trust Fund merupakan mekanisme pembiayaan program yang membutuhkan biaya relatif besar secara berkelanjutan dalam jangka menengah/ panjang, pada umumnya dengan tujuan:

  • Pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat
  • Pendidikan atau beasiswa
  • Penanggulangan bencana alam
  • Penanggulangan masalah sosial, budaya dan kesehatan
  • Pelestarian sumberdaya alam
  • Program strategis lainnya

Beberapa bentuk Trust Fund :

  • Endowment Fund (Dana Abadi)

Dana yang dititipkan/diserahkan untuk dikelola secara abadi, tanpa batasan waktu, dana yang bisa digunakan adalah hasil investasi dari dana abadi tersebut.

  • Revolving Fund (Dana Bergulir)

Dana yang dititipkan/diserahkan untuk dikelola secara bergulir. Pada umumnya dana digunakan bagi pinjaman, modal usaha ataupun initial costs. Dana bisa bergulir karena mendapatkan penerimaan/pendapatan dari pengembalian pinjaman ataupun penjualan jasa/produk.

  • Sinking Fund (Dana Menurun)

Dana yang diserahkan untuk dikelola bagi pengelolaan program dan diamanatkan untuk digunakan sesuai dengan anggaran yang disepakati. Dana memang diharapkan untuk diserap habis.

  • Mixed Trust Fund

Kombinasi antara tiga bentuk Trust Fund yang telah disebutkan di atas.

Apa Dana Abadi Itu?

Dana abadi adalah sebuah kumpulan dana yang dikelola oleh sebuah lembaga untuk tujuan-tujuan sosial yang ditetapkan oleh penyumbang dana (donor) dan pengurus lembaga. Dana-dana tersebut diharapkan tetap utuh selamanya, untuk periode waktu tertentu, atau sampai terkumpulnya aset yang memadai untuk melaksanakan program yang sudah ditetapkan. Daya beli dana abadi sangat diharapkan menjadi semakin besar dari waktu ke waktu, dan dapat memberikan pendapatan teratur sepanjang hidup lembaga.

Dalam banyak kasus, dana abadi dirasakan membawa keuntungan yang besar bagi lembaga karena mampu menyediakan basis pendapatan yang aman, yang sebagian dapat mengurangi tekanan untuk mencari modal pokok mengurangi ketergantungan pada sumber-sumber pendanaan tertentu, dan memudahkan perencanaan keuangan jangka panjang.

Secara kelembagaan, dana abadi dapat menciptakan perasaan mantap yang memperkuat institusi dan semua pihak yang berkepentingan, meningkatkan konsentrasi untuk mencapai tujuan-tujuan program jangka panjang, dan menjaga fleksibilitas program guna mencapai tujuan-tujuan tersebut.

The Synergos Insitute telah mempublikasikan serial studi kasus tentang pengalaman lembaga . lembaga yang mengelola dana abadi di Asia Tenggara; empat dari kasus di antaranya telah dianalisis untuk keperluan menulis makalah ini . Tiga dari Filipina dan satu dari Indonesia.

Dalam tiga dari empat kasus tersebut, lembaganya diberi hibah oleh donor asing; dalam satu kasus lainnya, yayasannya dibentuk oleh sejumlah lembaga.

Eugenio M. Gonzales menganalisis masing-masing kasus tersebut untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang sama dalam pembentukan dana abadi, termasuk menjawab pertanyaan seperti:

  • Apa yang dibutuhkan untuk dapat membentuk suatu dana abadi?
  • Apa faktor-faktor kunci yang berpengaruh dalam pembentukan dana abadi?
  • Bagaimana sebuah lembaga membentuk dana abadi dan mengelolanya untuk mendapatkan hasil maksimum?
  • Apa yang dibutuhkan untuk pengelolaan dana abadi yang efektif?

Belajar Tentang Dana Abadi dari Panglima Laot Aceh

YPMAN (Yayasan Pangkai Meureunoe Aneuk Nelayan, Aceh) didirikan oleh Lembaga Hukom Adat Laot Panglima Laot Aceh, berdasarkan Akte Notaris No. 62 tanggal 28 November 2001.

Pendiriannya diawali dengan pencapaian kesepakatan dalam pertemuan Panglima Laot se-Aceh yang berlangsung pada 19 – 21 Maret 2001 di Banda Aceh. Ide dasar pendiriannya adalah untuk mewujudkan wadah kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia anak nelayan di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam melalui tiga bidang kegiatan utama, sosial, kemanusiaan dan keagamaan. Yang paling menonjol saat ini adalah program pemberian beasiswa kepada siswa, mahasiswa dan santri berprestasi dan kurang mampu dari kalangan anak nelayan.

Untuk mendukung kegiatan utamanya tersebut, YPMAN pertama kali mendapat dukungan dana dalam bentuk dana hibah dari Pemerintah Indonesia melalui Pemerintah Daerah Propinsi NAD sebesar Rp11,9 milyar.

Dana ini berasal dari hasil penyitaan dan penjualan kapal Thailand yang memasuki wilayah perairan Aceh secara ilegal. Kemudian pada tanggal 13 Juni 2007, YPMAN kembali menerima dana hibah kedua sebesar Rp44,7 milyar dari Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana melalui Gubernur/Ketua Satkorlak PB Propinsi NAD, yang penyerahan dananya diatur dalam Surat Perjanjian Kerjasama antara Pj. Gubernur Propinsi NAD dan YPMAN tanggal 2 Februari 2007. Sebagaimana halnya dana hibah yang pertama, maka dana hibah yang kedua ini juga dikelola YPMAN sebagai Dana Abadi.

Penghasilan yang diperoleh dari hasil investasi Dana Abadi akan digunakan untuk tiga hal dengan komposisi sebagai berikut : Dana Beasiswa 75%, Dana Operasional 15% dan Tambahan Dana Abadi 10%.

Sampai dengan tanggal 30 Juni 2007 jumlah akumulasi Dana Abadi telah meningkat dan mencapai Rp58,3 milyar. Tahun 2005 disalurkan dana beasiswa sebesar Rp396 juta bagi 3.846 anak nelayan, tahun 2006 sebesar Rp850 juta bagi 3.892 anak nelayan dan tahun 2007 (hingga 30 Juni 2007) sebesar Rp732 juta bagi 2.554 anak nelayan. Dengan diperolehnya dana hibah yang kedua, diharapkan akan adanya peningkatan jumlah dana beasiswa yang cukup signifikan di masa-masa mendatang.

 

Tinggalkan Balasan