22 Februari 2013, Kelas Berbagi #13: Bagaimana Menyusun Logical Frame work Analysis?

Categories: Liputan

Logical Framework Analysis (LFA) adalah instrumen analisis, presentasi dan manajemen yang dapat membantu perencana untuk menganalisis situasi eksisting, membangun hirarki logika dari tujuan yang akan dicapai, mengidentifikasi resiko potensial yang dihadapi dalam pencapaian tujuan dan hasil, membangun cara untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tujuan (output) dan hasil (outcomes), menyajikan ringkasan aktivitas suatu kegiatan serta membantu upaya monitoring selama pelaksanaan implementasi proyek, Demikian disampaikan Yanti Ratna – staff Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi (PME) di Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)- saat membuka kelas berbagi #13 yang diadakan di Rumah Kemuning pada tanggal 22 Februari 2013.

Bukan tanpa alasan Kelas Berbagi Q3 [kyutri] mengundang Yanti sebagai pembicara pada diskusi kali ini. Segudang pengalamannya dalam melakukan perencanaan strategis lembaga negara dalam hal ini KOMNAS PEREMPUAN, telah dilakoninya.

Kelas berbagi #13 kali ini mengambil tema diskusi Bagaimana Menyusun Logical Frame Work Analysis (LFA)? yang difasilitatori oleh Suhud sebagai sohibul hajat Q3. Hadir sebagai peserta diskusi perwakilan dari beberapa lembaga dan komunitas; Achmad Fadhilah (Green Camp Halimun), Sahroel (Komunitas Ciliwung Depok), wildasari hoste (Penabulu), Nanang suryanto (Mien R Uno Foundation), Erry haryadi (KMPLHK RANITA), Galih nur putranto (MAPASK KOSGORO), Tino yosephin (Penabulu), Nm rulliady (Penabulu), Dito (Penabulu), Endra (Penabulu), Emi kartika (Penabulu), Nurul Ariska Ferani (Penabulu), Valleeria Corina Hapsari (SFCG), Syamsyurizal (KMPLHK RANITA).

Yanti memberikan quote yang berbunyi:

Dalam penyusunan LFA harus berangkat dari akar masalah bukan dari sesuatu yang awang-awang

Baca Juga:

 

Tinggalkan Balasan