8 Februari 2013, Kelas Berbagi #12: Bagaimana Menyusun Rencana Strategis Organisasi Sosial?

Categories: Liputan

8 Februari 2013 adalah moment dimana kelas Berbagi #12 dilaksanakan. Hujan tidak menyurutkan semangat kyutrian dan narasumber untuk berdiskusi di Rumah Kemuning. Kelas berbagi yang mengangkat tema “Bagaiamana Menyusun Perencanaan Strategis Organisasi?” ini  disampaikan secara sederhana dan menarik oleh Mas David Ardhian. Beliau adalah fasilitator, peneliti sekaligus penulis. Saat ini dirinya sedang menjalani study S2 di ITB dan terlibat juga dalam project riset aksi sebagai Teamleader dalam riset CSR Penabulu.

Kyutrian yang hadir pada kelas berbagi kali ini adalah; Achmad Fadhilah (Green Camp Halimun), Wildasari Hoste (Penabulu), Tommy Tobing (Penabulu), Dinnie Indirawati (Penabulu), Herman S. Simanjuntak (Penabulu), Irma Yuliawati (Penabulu), Rizky Amelia (Penabulu).

Pada Kesempatan ini Mas David akan berbagi pengalaman dalam sudut pandang sebagai pelaku dalam memfasilitasi beberapa lembaga baik organisasi non profit  maupun organisasi non profit. Menurutnya perencanaan strategis sedang menjadi trend baik di organisasi sosial, pemerintah, dan bisnis.

Dalam pemaparannya selama kurang lebih 2 jam ada beberapa hal yang menjadi catatan kami bahwa:

  1. Untuk melakukan Perencanaan strategis, terlebih dahulu memahami siklus dan fungsi manajemen organisasi.
  2. Plannig dalam siklus manajemen organisasi adalah instrument dalam perencanaan strategis.
  3. Pentingnya membuat rencana strategis dalam sebuah organisasi adalah untuk mencapai tujuannya.
  4. Perencanaan memegang fungsi penting yang sangat menentukan arah organisasi, bagaimana mengelola sumberdaya yang ada dan menghadapi tantangan ke depan baik tantangan eksternal maupun internal.
  5. Kepemilikan dokumen Renstra menjadi tolak ukur kematangan sebuah organisasi. Tetapi ketika proses yang sangat terburu-buru dalam perencanaan membuat dokumen tersebut terlihat tidak fleksibel dan kaku.
  6. Hasil dari sebuah perencanaan bukan hanya sekedar dokumen saja, tetapi lebih kepada bagaimana membangun kesepakatan bersama dalam prosesnya.
  7. “Kegagalan dalam perencanaan adalah merencanakan untuk gagal” ujar David.
  8. Elemen perencanaan strategis meliputi;
  • Perumusan/Klarifikasi Kebijakan Dasar Organisasi
    • Visi dan misi, prinsip dan nilai, posisi dan peran, tujuan
  • Analisis Eksternal dan Internal
    • Analisis SWOT
  • Perumusan Strategi Dasar Organisasi
    • Fokus area, sasaran intervensi, instrumen intervensi, pola pendekatan
    • Struktur pengelolaan organisasi
  • Penyusunan Program Utama
    • Logframe Program
    • Rencana Pembiayaan

Di akhir sesi, mas david menyampaikan  pelajaran penting yang beliau dapat selama di lapangan, terkait memfasilitaasi Renstra bahwa;

  • Proses penyusunan renstra adalah pendekatan pengelolaan sosial bukan teknis/administratif .
  • Komunikasi, engagement, partisipasi, kemampuan mendengar menjadi kunci penting.
  • Pahami definisi setiap elemen secara jelas dan berpikir dalam kerangka logis.
  • Rekam dan catat.
  • Peran fasilitator, sekaligus peneliti dan motivator.
  • Komunikasi hasil dan feed back.
  • Jangan takut mencoba!
Quote David Ardhian yang berbunyi
Pentingnya membuat rencana strategis dalam sebuah organisasi adalah untuk mencapai tujuannya.
Baca Juga:

Lihat Juga:

 

Tinggalkan Balasan