Apa Itu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 45?

  • 15:00
  • Kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali sebagaimana pada organisasi bisnis.

Tempat : Rumah Kemuning, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Hari/Tanggal: Jumat, 24 Oktober 2014

Waktu: 15.00-18.00 WIB

Organisasi nirlaba memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan organisasi yang berorientasi kepada laba. Dalam menjalankan kegiatannya, organisasi nirlaba tidak semata-mata digerakkan oleh tujuan untuk mencari laba. Meski demikian not-for-profit juga harus diartikan sebagai not-for-loss.

Oleh karena itu, organisasi nirlaba selayaknya pun tidak mengalami defisit. Adapun bila organisasi nirlaba memperoleh surplus, maka surplus tersebut akan dikontribusikan kembali untuk pemenuhan kepentingan publik, dan bukan untuk memperkaya pemilik organisasi nirlaba tersebut.

Dalam hal kepemilikan, kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali sebagaimana pada organisasi bisnis. Selain itu, kedua jenis organisasi tersebut bereda dalam hal cara organisasi memperoleh sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas operasinya. Organisasi nirlaba umumnya memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan donatur lain, yang idealnya, tidak mengharapkan adanya pengembalian atas donasi yang mereka berikan.

Untuk itu, organisasi nirlaba perlu menyusun laporan keuangan. Hal ini bagi sebagian organisasi nirlaba yang scope-nya masih kecil serta sumber daya-nya masih belum memadai, mungkin akan menjadi hal yang menantang untuk dilakukan. Terlebih karena organisasi nirlaba jenis ini umumnya lebih fokus pada pelaksanaan program ketimbang mengurusi administrasi.

Namun, hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan karena organisasi nirlaba tidak boleh hanya mengandalkan pada kepercayaan yang diberikan para donaturnya. Akuntabilitas sangat diperlukan agar dapat dapat memberikan informasi yang relevan dan dapat diandalkan kepada donatur, regulator, penerima manfaat dan publik secara umum.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa PSAK 45 adalah Pernyataan Standar Akuntansi dan Keuangan No. 45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba (PSAK 45). Standar ini disahkan pada 23 Desember 1997 dan efektif berlaku sejak 1 Januari 2000. PSAK 45 inilah yang sampai sekarang menjadi acuan baku bagi penyusunan laporan keuangan organisasi nirlaba di Indonesia.

Kelas berbagi Q3 [kyutri] dengan durasi 3 jam dan di pandu oleh narasumber yang berkompeten mencoba menjawab pertanyaan besar diatas, dengan pemaparan yang singkat dan dapat dipahami. Bukan hanya itu pada kelas berbagi ini juga akan coba menjawab pertanyaan lain tentang apa itu PSAK 45? Apakah perbedaaan PSAK 45 dan akuntansi lainnya?